Sajak halu.
APRIL SAMPAI APRIL
ᕯ 1 ᕯ
Apakah aku sedang bermimpi?
Apakah aku sedang berhalusinasi?
Seorang teman yang selama ini ku
ketahui, tiba-tiba saja mengisi relung hati
Menggedor kuat hati yang sengaja ku
tutup rapat lama ini
Aku hanya tak ingin salah memilih
Aku takut disakiti yang kesekian
kali
Rasanya aku ingin pergi saja
Melupakan masalah yang telah ada
Aku ingat pertama kali melihatmu kau masuk kedalam hidupku
Tanpa permisi. Dan dengan tiba-tiba
Seiring berjalannya waktu sedikit
demi sedikit aku tahu tentang kamu
‘Hai’ adalah perbincangan pertamamu
denganku, sungguh
Tidak bosan dengan semua yang kamu
ketik kala itu
Betapa sering aku menduga-duga bahwa
itu adalah kode yang tersirat dalam perbincangan kita
Dan benar adanya itu
-Pena
jingga-
Pernyataan
pertama malam
April
2016
ᕯ
2 ᕯ
Benci aku tak tahu mengapa aku bisa membencinya
Suka tak pernah terlintas sedikit pun di benakku
Tapi
ada yang aneh saat dia menatapku dalam
Seperti ada aliran listrik menyengat
nadiku
Membuat
jantungku berdetak berirama
Oh
tidak!
apakah
aku jatuh cinta padanya?
Ada
yang aneh di dalam dirinya
Kelu
rasanya jika bertemu
Aku
bingung dengan perasaanku kala itu
-Pena jingga-
Saat gerimis membasahi bumi
28 Mei 2016
12.25
ᕯ
3 ᕯ
Senja
jingga menunjukan sejuta rasa
Awan
menggantung indah di pelupuk cakrawala
Burung-
burung menyuguhkan orchestra, seolah sedang berbahagia
Jantung
lebih cepat memompa
Inikah
yang terjadi bila sedang jatuh cinta?
Jika
ingin menetap
Jangan menetap sebagai TANDA TANYA tapi sebagai TITIK
Stop! jangan bertanya-tanya aku menyukaimu
Haruskah
aku memperlihatkannya padamu?
-Pena jingga-
16.26
30 Mei 2016
Saat seorang gadis menyambut senja
ᕯ
4 ᕯ
Aku
didekatnya aku menyentuh tangannya
sosok
yang aku kagumi selama ini
Dia
baik dia humoris dia orangnya asik
Sempurna
seperti yang ada di pikiranku
Kurasa
aku jatuh cinta kepadanya
Kali
ini aku tidak bisa mengelak,
aku yakin bahwa hatiku sudah ada di genggamanmu
Menjadi
milik untuk kau rawat
Atau mungkin kau hancurkan?
Namun,
yang terpenting adalah mengatur siasat,
Agar
kau tak suka denganku
Maafkan
aku.
-Pena jingga-
12.26
21 Juni 2016
Saat matahari terhalang kabut
ᕯ
5 ᕯ
Akankah
hatiku untuknya?
Apakah
pantas orang sepertiku mengharapkannya?
Setidaknya
aku harus berharap kepadanya
Ku
simpan rapat –rapat perasaan ini di dalam kotak bernama hati
Aku
sadar aku hanyalah seorang perempuan lemah
Yang
tak berani mengungkapkan perasaannya tidak !
Untuk
memandangnya saja aku tak sanggup
Aku tak sanggup saat jantungku berdetak
lebih cepat
Aku
tak sanggup saat keringat dingin membasahi tubuhku
Aku
tak sanggup perasaan itu menyerangku bersamaan.
Tapi
disisi lain aku tak sanggup jika tak melihat
sosok
lelaki bertubuh kurus, agak pendek itu
-Pena jingga-
13.30
22 Juni 2016
Saat hujan tiada henti
ᕯ
6 ᕯ
Aku dilema
Aku tak tahu kemana arah yang benar
Aku terjebak dalam 2 pilihan
Aku cinta Dia dan Dia
Haruskah aku memilih
Rasanya aku ingin pergi saja
Melupakan masalah yang telah ada
dan seiring berputarnya waktu, aku
tau harus memilihmu
Kamu pemberi alunan
lagu
Aku bingung dengan perasaanku kala
itu ku ulangi Aku bingung !
merasa tak acuh saat kamu ada dan
Merasa kehilangan saat kamu tidak
ada saat tidak menghubungiku
Sudah kukatak pada temanmu agar kamu
kembali menghubungiku
Nihil kamu tak kunjung
menghubungiku
Apa kamu benci padaku?
-Pena
jingga-
20.09
13
Agustus 2016
Saat
malam penuh bintang
ᕯ
7 ᕯ
Adakah kata yang lebih dari bahagia hal itulah yang aku rasakan sekarang
Adakah kata yang memiliki makna
lebih dari kata Terimakasih
Kata itulah yang senantiasa ku ucapkan pada
sang penguasa
Kau menjadi satu-satunya orang yang
memporak-porandakan jagat rayaku.
Dengan cara yang termanis kau
memintaku untuk merasakan apa yang kamu rasakan
Cinta selalu bersemi ditempat waktu
dan situasi tak terduga
Dan aku hanya mampu menjadi korban
dari kerinduan yang ditimbulkan ..
-Pena
jingga-
20.46
3
September 2016
Saat
kamu mengirimku Ucapan itu, kau ingat?
ᕯ
8 ᕯ
Apakah arti cinta?
Ketika kami mengais terluka atas
perasaan yang seharusnya indah
Bagaimana mungkin
Kamu terduduk patah hati atas
sesuatu yang seharusnya suci
Dan tidak menutut apapun
Ya tuhan! Aku salah Andai
waktu dapat terulang
Aku harus puas memandangnya dari
jauh
Aku sudah bertahan selama satu
bulan dan akan bertahan untuk bulan- bulan berikutnya
Kalau memang takdir memihakku
Dia pasti akan datang
Aku yakin itu
-Pena
jingga-
20.30
10
Oktober 2016
Saat
kamu benyanyi untukku
ᕯ
9 ᕯ
Aku mencintaimu lebih dari cintaku
dulu
Apakah kau telah melupakanku
Apakah kau telah berpaling dariku
Kurasa kau telah temukan penggantiku
tadi pagi
Dinding beku yang telah kusiapkan
sedari tadi
Kau runtuhkan begitu saja dengan perhatianmu
Kau ingin membalasku?
Itukah yang kau mau
Membuatku
terpuruk karena cintamu
Aku banyak belajar kehidupan dari
rintik hujan dan senja
Sekarang aku mengerti bahwa hidup
harus disyukuri
Tuhan memberi cobaan untuk kita
karena dia terlalu mencintai kita
Aku akan menguatkan diri agar aku
tak limbung terjatuh
Semua akan baik-baik saja
Tuhann
Tariklah aku dari jurang perpecahan
Akan ku coba tata hatiku untuk menghadapi
masalah ini
-Pena
jingga-
06.15
11
Oktober 2016
Pagi
hari saat kamu memilih dia wanita mu
ᕯ
10 ᕯ
Nama itu, dulu didekatku
Seseorang yang kau tinggal pergi karena kamu menghianati cinta tulus yang kuberi
Ku coba bekukan kembali hatiku dan
tak pernah lagi ku lirik dia
Ku anggap dia tak pernah ada
Mungkin dia menganggap cinta dulu
hanya sementara dan tidak berarti apa-apa
Oh maaf ku kira kau tidak
tau perasaanku
Tidak! dia salah! aku mencintainya
lebih dari adam kepada hawa
Aku mencintainya dengan segenap jiwa
yang aku punya
Andai kau tahu itu.
-Pena
jingga-
19.19
10
Januari 2017
Saat
malam minggu sendu
ᕯ
11 ᕯ
Ku rebahkan diriku dikasur
Membayangkan bagaimana kala itu
Dia kecewa saat melihat aku berdua
dengan yang lain
Pasti dia sangat kecewa karena sudah
merasa tidak di hargai
Karena siapa pun dirinya adalah
manusia yang hatinya tidak terbuat dari marmer
Mungkin aku satu-satunya yang bersikap itu kepadamu Benar.
Sekarang sudah terjadi tak lagi perlu ku sesali
Aku tingal pasrah pada konsekuensi
yang harus ku terima
Meski tidak bisa ku pungkiri aku
pasrah
Terserah kamu mau bagaimana yang
harus kamu tau
Aku mencintaimu dan selalu akan.
Sebagian dari diriku rasanya lunglai
oleh tekanan rasa bersalah
Dan sekaligus malu. malu pada dia yang begitu baik
Ketika aku tak sanggup membalasnya
Aku malah justru membuatnya kecewa tak pernah ku sangka
Bahwa kejadian macam ini akan
terjadi dan akan ku alami
Seperti sedang mendapatkan harinya
Dimana semua yang sudah ku bangun
selama ini sedang mengalami keruntuhan oleh akibat perbuatanku sendiri
Kamu salah jika selalu menyangka
bahwa aku tidak pernah merasa bersalah
Kamu salah jika aku tidak bisa
membaca isyarat darimu !
Aku tau tapi pura pura tidak tau
-Pena
jingga-
20.31
11
Januari 2016
Saat
bumi menyibakkan bulan dengan mengeluarkan badai hujan
ᕯ
12 ᕯ
Perasaanku terasa lebih deras dari
hujan dan melambung ringan di banding udara
Dihatiku Adalah kamu dengan
perasaan hangat yang ku miliki di kepalaku
Adalah dia, dengan semua sensasiku dan
alam imajinasiku yang melayang
Iya melayang
Oh matahari kalau kamu bertemu dia
Tolong hajar dia karena mebuatku sakit
menahan rindu
Aku ingin melihat wajahnya bolehkah
Satu kali saja
Apa kamu baik-baik saja ??
Mengetahui kamu milik orang lain itu
tidak menyenangan
Kamu harus paham itu!
-Pena
jingga-
20.57
24
Januari 2016
Saat
malam berisik
ᕯ
13 ᕯ
Ku titipkan padamu sehimpunan kisah
yang pernah singgah
Terimakasih kau pernah mau
kepadaku dan kini biarkan aku
Jika selalu ingin tahu kabarmu
Ini sulit untuk bisa melupakan seseorang yang telah begitu banyak tau di hidupku
Bahkan kalau harus dirasakan secara
mendalam itu
Benar-benar menyakitkan
Kenapa aku mau menghadapi resiko
itu
Karena aku mencintaimu
-Pena
jingga-
21.39
14
Februari 2016
Saat
mata ingin tertutup
ᕯ
14 ᕯ
Dalam perputaran waktu kita
berputar mengelilingi lingkaran
Akankah orang itu berada di tempat semula
Menunggumu ?
Akhirnya waktu menimbun aku dengan
debunya, perlahan membuatmu tak lagi mengingatku
Aku
tak tahu lagi kau bagaimana sudah lama kita tidak lagi berusaha untuk saling
menghubungi
Ini
yang dulu ku mau bukan
Adalah
gengsi yang membuatku tidak mau menyapamu mungkin kau pun begitu
Memilih
bertahan di tepian keangkuhan
Tak
mau menjadi orang pertama yang mengucapakn salam atau sapaan
Walau
ku rasa ini yang terbaik. Untuk apa kita saling menyiksa diri
Kembali
untuk memperbaiki kesalahan dengan kembali untuk mengulangi kesalahan,
Memang beda tipis. dan aku tidak mau terjebak
suasana sesaat itu
-Pena
jingga-
06.20
22
April 2017
Saat
embun memanas
ᕯ
15 ᕯ
Bukannya aku tak percaya denganmu,
sama sekali tidak
Aku hanya takut suatu hari kau lelah
menemaniku kau lelah dengan sikapku
Dan
pada akhirnya kau pergi meninggalkanku HANYA ITU SAJA !!!
Karena
pada dasarnya manusia selalu akan berada pada fase bosan
Apalagi
dengan keadaanku
Sungguh aku takut itu
Mereka
akan tertarik dengan hal-hal baru dan begitu gampang meninggalkan hal yang
lama
Saat
kau berhadapan denganku dan memintaku untuk menjadi wanita satu-satunya di
hidupmu
JUJUR
! AKU TERKEJUT
Tak
pernah berfikir sebelumnya semua ini akan terjadi.
Aku
terdiam sejenak memutar kembali kenangan lalu menelusuri awal pertemuan kita,
Keterpurukan
kita hari dimana kau benar-benar terpuruk
Semua
terekam jelas di memoriku
Hari
demi hari ku lalui untuk menunggu
Sajak
rindu menyelimuti hatiku
Syair
rindu menenangkanku
Pangeran
itu akan segera datang kehidupku
Kapan? Dimana? Siapa?
Ribuan pertanyaan menyuguhiku
Aku sendiri pun tak tahu
Senja jingga hanya memberikan sebuah
tanda
Bahwa dia akan datang dengan segera
Kini kau sudah tak lagi menunggu
pangeran itu tidak akan menjadi
ujung penantianku
Dia telah menjadi sosok terbaik di
hidupku dan dia adalah KAMU !
-Pena
jingga-
17.59
24
April 2017
Saat
rindu menyeruak
===Puisi Lima Belas===
Aku memilih mencintaimu dalam diam
karena disana aku tidak mengalami penolakan
aku memilih menyayangimu dalam kesendirian
karena kesendirian, tidak mengharuskanku berjuang berulang kali
aku memilih angin menyampaikan rinduku
agar kamu bisa merasakan desahnya setiap hari
aku memilih menggenggammu di dalam mimpi
karena di mimpi tidak ada kata akhir
beruntunglah kamu dicintai orang yang suka menulis sepertiku
karena namamu akan abadi dalam sajak ku.
*Tertanda bias sinar matahari di bawah pos
Komentar
Posting Komentar